Mimpi Bisa Diatur
Mungkin diantaranya banyak yang berpikir alangkah enaknya seandainya mimpi bisa diatur semau kita, pastinya ingin mimpi yang indah dan menyenangkan walaupun seumpamanya hanya dalam mimpi. Dan ternyata memang bisa mimpi itu diatur asalkan kita dalam kondisi lucid dream. Lucid dream yaitu jika seseorang sadar bahwa ia sedang bermimpi.Dengan lucid dream, kita bisa menjadi creator, pengatur atau pengendali, kita ingin menjadi peran utama atau lainya tetapi hanya bersifat infinity. Tidak perlu ilmu khusus atau kekuatan supranatural untuk melakukannya, karena semua itu murni science dan logis.
Lucid dream dibagi dalam beberapa level lucidity, dimana semakin tinggi tingkat lucidi-nya, semakin bebas dan leluasa kita melakukan proyeksy untuk memunculkan obyek dan sejenisnya. Mimpipun berlapis-lapis. Artinya ada tingkatan, kedalaman atau tingkat keterlelapan-lucidity. Dengan kata lain, ketika kita mencapai tingkatan lucidity yang paling tinggi, kita menjalani kehidupan dalam mimpi mencapai 80% persis dengan kehidupan nyata, entah itu dari syaraf-syaraf yang terasa aktif bekerja, visual yang baik, indra perasa, atau peraba yang mungkin terasa dalam keadaan normal ketika kita hidaup dalam dunia nyata.
Phenomena lucid dream telah ada sejak masa lampau, suku Indian terutama para dukun ( shaman) menerapkan suatu bentuk meditasi yang mampu memepertahankan kesadaran meskipun tubuh sudah beristirahat. Psikolog dan ilmuwan mimpi dari Belanda, Federick Van Eeden menjadi orang pertama yang menggunakan istilah lucid dream.
Pada tahun 1913 dia menerbitkan journal pada komunitas ilmuwan psikolog mengenai lucid dream, dalam journal tersebut dia merekam 352 lucid dream yang dialaminya dari tahun 1898 dan 1912. Judul journalnya adalah “A Study of Dream” abad 20 dan 21, seorang dosen di Stanford University bernama Dr.Stepehen laberge dikenal mendalami penelitian soal lucid dream. Berkat hasil penelitiannya dengan dr.Lynn Nagel, komunitas ilmuwan mulai mengakui lucid dream secara sains. Sudah barang tentu jika dikembangkan akan menjadikan prospek yang baik bagi kepentingan masyarakat kelak, entah itu sebagai terapi, meditasi, atau jenis jasa lainnya.

0 komentar :
Post a Comment